Jangan Asal Enak, Begini Metode Berhubungan Seks untuk Keberhasilan Promil

Kontributor
Jangan Asal Enak, Begini Metode Berhubungan Seks untuk Keberhasilan Promil
Bagikan Artikel:

Mempelajari cara berhubungan seks yang sehat dan tepat merupakan bagian penting dari ikhtiar program hamil.

Tidak ada satu produk pun yang menjamin kehamilan selain izin Tuhan dan usaha medis yang tepat.

Untuk referensi medis tambahan, Anda bisa membaca panduan dari Mayo Clinic tentang cara meningkatkan peluang kehamilan.

Kunjungi juga website utama kami di Intima Magazine untuk berbagai artikel edukasi lainnya.

Setelah membaca artikel lengkap ini, silakan bagikan ke Facebook atau WhatsApp agar pasangan lain juga mendapatkan manfaatnya.

Pendahuluan Mengapa Cara Berhubungan Seks Penting untuk Program Hamil

Banyak pasangan yang sudah lama menikah namun belum juga dikaruniai keturunan.

Setelah melakukan berbagai pemeriksaan medis dan dinyatakan sehat, seringkali faktor teknis dalam berhubungan seksual luput dari perhatian.

Padahal, cara berhubungan seks yang benar, nyaman, dan penuh keintiman dapat memaksimalkan peluang terjadinya pembuahan.

Artikel ini akan membahas secara panjang lebar tiga bagian utama.

Pertama, hal yang harus dilakukan sebelum berhubungan.

Kedua, proses saat berhubungan.

Ketiga, hal-hal yang perlu diperhatikan setelah berhubungan seks.

Semua informasi ini bersifat edukasi umum dan tidak terikat dengan merek atau produk apapun.

Bagian Pertama Tips Sebelum Berhubungan Seks untuk Program Hamil

Sebelum membahas teknis fisik, ada pemahaman mendasar yang harus disadari oleh setiap pasangan suami istri.

Berhubungan seks bukanlah pekerjaan lahiriyah semata, tetapi juga menyangkut kondisi batiniyah.

Berbeda dengan aktivitas memasak, misalnya, yang mungkin tidak melibatkan banyak unsur batin.

Saat memasak, selama kita sehat dan bahan-bahan tersedia, kita dapat langsung mulai bekerja.

Namun dalam hubungan seksual, ada ikatan batin yang seharusnya terjadi secara intim.

Maka sudah sepatutnya, antar pasangan saling mempersiapkan kondisi batin masing-masing.

Salah satu contoh nyata yang dapat dilakukan adalah dengan menciptakan suasana romantis sebelum acara inti dimulai.

Saling memberi pujian, mengungkapkan rasa sayang kepada pasangan, mengucapkan terima kasih atas usaha pasangan, dan berbicara dengan lembut adalah cara-cara sederhana namun berdampak besar.

Penelitian dalam psikologi reproduksi menunjukkan bahwa kondisi psikologis yang rileks dan bahagia dapat mengoptimalkan produksi hormon reproduksi seperti estrogen pada wanita dan testosteron pada pria.

Foreplay Pemanasan Lebih dari Sekadar Kepuasan

Tidak semua pasangan memperhatikan betapa pentingnya foreplay atau pemanasan sebelum penetrasi dilakukan.

Banyak pasangan yang terburu-buru langsung ke hubungan intim karena menganggap waktu foreplay hanya membuang-buang energi.

Padahal, foreplay bukan sekadar untuk kepuasan sesaat, melainkan untuk mempersiapkan kelenjar dan hormon seksual agar bekerja dengan sempurna.

Ketika foreplay dilakukan dengan cukup, aliran darah ke alat kelamin meningkat.

Pelumasan alami pada vagina menjadi lebih optimal.

Rasa sakit saat penetrasi dapat diminimalkan.

Pihak yang paling penting mendapatkan foreplay yang cukup adalah pihak wanita.

Mengapa Karena secara fisiologis, wanita berbeda dengan pria yang umumnya lebih mudah terangsang.

Pria bisa terangsang hanya dalam hitungan detik melalui rangsangan visual atau sentuhan ringan.

Sementara wanita, perlu upaya kreatif dan kesabaran ekstra dari seorang pria dalam membantu pasangannya agar mendapatkan rangsangan yang cukup.

Jika Anda seorang wanita yang sedang membaca artikel ini, tidak ada salahnya Anda menunjukkan atau membagikan tulisan ini kepada suami Anda agar beliau memahaminya.

Secara edukasi, seorang pria perlu memahami bahwa wanita adalah salah satu maha karya terindah dari Tuhan.

Nikmati setiap lekuk tubuhnya.

Belai lembut rambutnya.

Cumbui leher dan payudaranya.

Lakukan semua itu dengan sepenuh hati, bukan dengan tergesa-gesa.

Salah satu keberhasilan ikhtiar kehamilan sangat ditentukan oleh kedua belah pihak, bukan hanya satu sisi.

Rangsangan yang cukup pada wanita akan memicu pelepasan hormon oksitosin yang disebut hormon cinta.

Hormon ini pada gilirannya membantu kontraksi otot-otot rahim untuk membantu pergerakan sperma.

Ada posisi foreplay atau posisi seks tertentu yang sangat disukai oleh istri, namun tidak banyak pasangan yang mengetahuinya.

Posisi sederhana seperti saling membelai sambil berbaring miring berhadapan atau memberikan pijatan ringan di punggung bawah (area sakral) dapat menjadi pemanasan yang efektif.

Yang terpenting, jangan pernah menganggap foreplay sebagai kewajiban yang membosankan.

Nikmatilah foreplay sebagai bentuk ekspresi cinta.

Menciptakan Suasana Redupkan Cahaya dan Gunakan Aromaterapi

Jika salah satu dari Anda tidak suka dengan suasana kamar yang benar-benar gelap, maka meredupkan lampu adalah ide terbaik yang dapat dilakukan.

Lampu yang redup akan memberikan suasana tenang, hangat, dan nyaman.

Suasana nyaman lebih dibutuhkan oleh istri untuk membantunya mencapai kepuasan seksual yang optimal.

Sebaliknya, cahaya terang justru dapat menimbulkan rasa canggung atau tidak percaya diri.

Terutama bagi wanita yang mungkin merasa kurang nyaman dengan tubuhnya saat telanjang.

Anda juga bisa menyemprotkan parfum dengan aroma terapi seperti lavender, chamomile, atau vanilla.

Aroma-aroma ini diketahui secara ilmiah memiliki efek menenangkan sistem saraf.

Gunakan aromaterapi untuk mendukung suasana nyaman melalui indera penciuman Anda dan pasangan.

Jika selama ini Anda termasuk orang yang kurang memperhatikan suasana kamar, mulailah untuk mencobanya setelah membaca artikel ini.

Bahkan mengganti seprai dengan warna-warna hangat seperti krem, cokelat muda, atau biru dongker juga dapat mempengaruhi psikologis secara halus.

Bagian Kedua Tips Saat Berhubungan Seks untuk Memaksimalkan Peluang Hamil

Setelah persiapan sebelum berhubungan dilakukan dengan baik, kini saatnya memasuki tahap inti.

Ada pola ritme yang harus diperhatikan saat berhubungan.

Pastikan Anda memperhatikan tempo permainan.

Mulailah dari yang lambat dan lembut.

Kemudian secara bertahap meningkatkan kecepatan sesuai dengan kenyamanan bersama.

Jangan langsung memacu kecepatan tinggi sejak menit pertama.

Hal ini justru dapat membuat istri merasa tidak nyaman atau sakit.

Nikmati Prosesnya Jangan Terburu-Buru Mencapai Ejakulasi

Proses keluarnya sperma (ejakulasi) bagi suami adalah puncak kenikmatan dalam berhubungan seksual.

Namun perlu dipahami, hal ini berbeda bagi wanita.

Bagi seorang istri, proses berhubungan dari awal sampai dengan akhir secara keseluruhan akan menentukan tingkat kenikmatan yang ia rasakan.

Bukan hanya di menit-menit akhir.

Inilah mengapa, memberikan rayuan dan berkata-kata indah kepada istri sangat dianjurkan.

Bukan karena gombal, tetapi karena untuk menciptakan suasana keintiman dan memberikan kenikmatan psikologis kepada istri.

Jangan terburu-buru untuk segera ejakulasi ke dalam vagina istri.

Tidak ada salahnya Anda berkomunikasi dengan pasangan.

Tanyakan kepada istri, bagian mana dari tubuhnya yang membuatnya merasa paling nikmat dan nyaman untuk disentuh.

Atau tanyakan posisi seks yang bagaimana yang dapat membuat istri lebih nyaman dan mendapatkan kenikmatan.

Jangan pernah menganggap bahwa membicarakan seks secara jujur adalah sesuatu yang tabu atau memalukan.

Justru pasangan yang sehat secara komunikasi adalah mereka yang mampu membicarakan preferensi seksual masing-masing dengan dewasa.

Secara fisiologis, ada tanda-tanda fisik yang dapat Anda perhatikan.

Tanda-tanda seorang istri sedang menikmati hubungan seks terlihat dari puting susu dan klitoris yang mengeras.

Ukuran keduanya menjadi lebih besar daripada biasanya.

Ini terjadi karena meningkatnya aliran darah ke area genital dan payudara.

Selain itu, vagina akan terasa lebih basah dan lembab.

Juga terjadi pembengkakan ringan pada bibir vagina (labia).

Saat seorang istri mencapai orgasme (puncak kenikmatan seks), terjadi proses kimiawi yang kompleks di dalam tubuhnya.

Efek kimiawi yang akan terjadi antara lain mata menjadi sayu.

Detak jantung meningkat, kemudian perlahan melambat.

Tubuh menjadi lemas sehingga biasanya seorang wanita butuh beberapa menit hanya untuk berbaring menikmati momen tersebut tanpa diganggu.

Orgasme pada wanita juga memicu kontraksi otot-otot rahim yang mirip seperti gelombang.

Kontraksi ini diyakini oleh beberapa ahli dapat membantu menyedot sperma dari vagina ke dalam leher rahim.

Meskipun efek pastinya masih terus diteliti.

Frekuensi Berhubungan Seks yang Ideal Mengapa Setiap Hari Tidak Selalu Baik

Memang tidak ada larangan mutlak untuk berhubungan seks setiap hari.

Asalkan kedua belah pihak sama-sama menikmatinya dan fisik dalam kondisi sehat, maka tidak ada salahnya melakukannya sesering mungkin.

Akan tetapi, penting untuk dipahami secara ilmiah bahwa berhubungan setiap hari bukan berarti memperbesar peluang terjadinya kehamilan.

Bahkan beberapa penelitian justru menunjukkan hasil sebaliknya.

Hasil penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Association for Psychological Science, mengutip data dari Men's Health, menyebutkan bahwa pasangan yang melakukan hubungan seks setiap hari cenderung memiliki jumlah sperma yang lebih sedikit per ejakulasi.

Mengapa demikian Karena pabrik sperma di dalam testis membutuhkan waktu untuk memproduksi sel sperma baru.

Proses spermatogenesis (pembentukan sperma) memakan waktu sekitar 64 hingga 72 hari.

Meskipun tubuh menyimpan cadangan, jika Anda ejakulasi setiap hari tanpa jeda, konsentrasi sperma per mililiter cairan mani akan menurun drastis.

Lebih lanjut, penelitian yang sama juga menemukan bahwa berhubungan setiap hari membuat semprotan sperma saat ejakulasi ke dalam vagina menjadi lebih lemah.

Ini disebabkan karena otot-otot penis dan otot-otot dasar panggul suami menjadi lelah akibat dipaksa ejakulasi setiap hari tanpa istirahat yang cukup.

Semprotan yang lemah mengakibatkan sel sperma hanya sampai di pintu masuk vagina atau di bagian bawah vagina.

Bukan terdorong jauh ke arah leher rahim.

Sebaliknya, penelitian merekomendasikan frekuensi bercinta 2 hingga 3 hari sekali.

Mengapa jeda ini lebih baik Karena dengan jeda 2-3 hari, tubuh pria memiliki waktu yang cukup untuk mengisi kembali stok sperma.

Pasokan jumlah sperma yang masuk ke dalam vagina menjadi cukup banyak.

Bahkan bisa mencapai 2 hingga 3 kali lipat dibandingkan jika ejakulasi setiap hari.

Selain itu, semprotan sperma saat ejakulasi menjadi lebih kuat dan kencang.

Sehingga mampu mendorong sel-sel sperma lebih jauh masuk ke dalam rongga rahim istri.

Hasil akhirnya, peluang sperma bertemu dengan sel telur menjadi lebih besar.

Kesimpulannya, sebaiknya lakukan hubungan seks minimal 3 hari sekali.

Atau disesuaikan dengan jadwal yang paling pas dengan waktu istirahat Anda dan pasangan.

Hindari memaksakan diri saat salah satu sedang kelelahan.

Dengan fisik yang rileks dan bugar, bukan hal yang tidak mungkin Anda dan pasangan memiliki kualitas seks yang prima.

Dengan begitu, peluang terjadinya kehamilan lebih besar.

Bagian Ketiga Tips Setelah Berhubungan Seks

Banyak pasangan yang mengabaikan fase setelah berhubungan.

Begitu suami selesai ejakulasi, mereka langsung bergegas ke kamar mandi membersihkan diri.

Padahal, ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan pasca berhubungan.

Terutama jika tujuan Anda adalah program hamil.

Jangan Akhiri Terlalu Cepat Beri Waktu untuk Istri

Beberapa sumber kesehatan reproduksi menyebutkan bahwa setelah suami mengalami ejakulasi dan istri mencapai orgasme, sebaiknya jangan buru-buru mengakhiri sesi.

Harus disadari bahwa bagi seorang istri, setelah berhubungan seks, hasrat dan kebutuhan akan kehangatan tidak langsung hilang begitu saja.

Memang berbeda dengan suami yang secara hormonal bisa langsung merasa selesai dan mengantuk setelah ejakulasi akibat pelepasan hormon prolaktin.

Namun pada istri, hormon oksitosin masih tetap tinggi.

Sehingga ia masih membutuhkan sentuhan dan dekapan.

Ada beberapa hal yang dapat Anda dan pasangan lakukan setelah berhubungan seks.

Jangan langsung melepaskan diri atau berbalik badan.

Luangkan setidaknya 5 hingga 10 menit untuk tetap berdekatan.

Bercumbu Kembali sebagai Penutup Afterplay

Suami dapat mendekap istri dengan lembut.

Cumbui rambutnya.

Elus punggungnya.

Sambil mengucapkan kata-kata yang menyenangkan hati sang istri.

Cumbuan ringan dan sentuhan setelah ejakulasi ini dapat dijadikan sebagai momen penutup yang sempurna.

Bagi seorang wanita, berhubungan seks selalu dilakukan dengan cinta.

Bukan sekadar untuk melepaskan syahwat.

Maka akan menjadi hal yang sangat baik untuk kebahagiaan istri jika Anda memberikan afterplay yang hangat.

Kebahagiaan istri pasca hubungan seks juga berdampak pada kesehatan reproduksinya secara jangka panjang.

Stres pasca hubungan karena merasa hanya dijadikan objek dapat memicu ketidakseimbangan hormon.

Ketidakseimbangan hormon justru dapat menghambat ovulasi.

Jadi, jangan remehkan dampak psikologis dari afterplay.

Posisi Pinggul Lebih Tinggi Apakah Efektif

Setelah ejakulasi, disarankan untuk membiarkan posisi istri tetap telentang.

Kemudian, usahakan untuk mengangkat kaki ke atas.

Caranya dapat dilakukan dengan mengganjal pinggul menggunakan bantal atau guling agar posisi pinggul terangkat.

Kemudian kedua kaki istri disandarkan ke dinding atau sandaran kepala tempat tidur.

Posisi ini dikenal dengan istilah posisi gunung atau legs-up position.

Bagaimana pandangan medis tentang posisi ini

Memang beberapa sumber ilmiah modern mengatakan bahwa secara fisiologis, sperma yang sudah masuk ke dalam vagina tidak akan tumpah keluar hanya karena gravitasi.

Sperma yang sehat akan segera bergerak menuju leher rahim dalam hitungan detik hingga menit.

Terlepas dari posisi tubuh.

Namun, tidak ada salahnya melakukan posisi ini.

Mengapa Karena setidaknya dengan posisi pinggul dan kaki istri tetap lebih tinggi daripada kepala, Anda menghindarkan sebagian besar cairan mani yang masih cair mengalir keluar terlalu cepat.

Selain itu, membiarkan istri berbaring dengan pinggul terangkat selama 15 hingga 30 menit pasca hubungan akan memberikan waktu bagi sperma untuk melakukan perjalanan tanpa gangguan.

Ini juga mencegah istri untuk segera bangun ke kamar mandi.

Karena air dapat menyedot atau mengeluarkan sperma bersama air.

Selama posisi ini terasa nyaman bagi istri, lakukanlah.

Jika terasa pegal, cukup 10 menit saja sudah cukup.

Penutup dan Pesan Penting

Mudah-mudahan, dengan metode dan penjelasan detail yang sudah diuraikan di atas, Anda dan pasangan akan memiliki pemahaman yang lebih baik.

Pemahaman tentang bagaimana cara berhubungan seks yang sehat dan optimal untuk program kehamilan.

Ingatlah selalu bahwa di balik semua usaha medis, pola hidup sehat, dan teknik berhubungan yang benar, secara hakikat kehamilan adalah sebuah anugerah.

Anugerah dan pemberian dari Tuhan Yang Maha Kuasa.

Tidak ada satu merek produk atau ramuan ajaib pun yang bisa menggantikan izin dari-Nya.

Jadi, jangan lupa untuk terus memohon kepada Yang Maha Kuasa.

Seimbangkan dengan konsultasi rutin ke dokter kandungan.

Jaga asupan gizi.

Kelola stres dengan baik.

Perkuat komunikasi dengan pasangan.

Semoga Tuhan segera mempercayakan momongan yang sehat dan saleh atau salehah kepada Anda sekeluarga.

Jika artikel ini bermanfaat untuk Anda, jangan simpan sendiri.

Tekan tombol Bagikan ke Facebook atau WhatsApp sekarang.

Bantu pasangan lain di luar sana yang mungkin belum memahami pentingnya teknik berhubungan seks yang benar untuk program hamil.

Satu klik Anda bisa membawa harapan baru bagi keluarga lain.

Lanjutkan membaca
Bagikan Artikel: